Risalah pada umumnya lebih lengkap dan formal daripada notulen. Jika notulen merangkum poin penting, risalah mencatat jalannya pembahasan secara lebih terperinci: siapa mengusulkan apa, bagaimana keputusan diambil, dan bagaimana hasil pemungutan suara bila ada. Bentuk ini lazim untuk rapat pimpinan, rapat pengurus yang mengambil keputusan penting, dan rapat dewan.
Unsur risalah rapat
- Identitas: nama rapat, nomor dokumen bila ada, tanggal, waktu, tempat.
- Kehadiran dan kuorum: peserta hadir, yang berhalangan, dan pernyataan kuorum bila diatur.
- Pengesahan risalah sebelumnya (bila rapat berkala).
- Pembahasan per agenda: usulan, tanggapan, dan jalannya diskusi.
- Keputusan: bunyi keputusan dan hasil pemungutan suara bila dilakukan.
- Penutup: waktu rapat ditutup.
- Pengesahan: tanda tangan ketua rapat dan sekretaris.
Cara memakai
- Isi nama rapat, nomor dokumen (opsional), tanggal, waktu, tempat, ketua rapat, dan sekretaris.
- Tulis peserta yang hadir dan yang berhalangan hadir.
- Unggah transkrip atau rekaman, lalu susun dengan AI; minta lewat kolom instruksi khusus agar jalannya diskusi dicatat lebih rinci.
- Periksa bunyi keputusan dan hasil pemungutan suara dengan teliti, lalu unduh dan sahkan.
Perbedaan singkat dengan notulen
| Aspek | Notulen | Risalah |
|---|---|---|
| Tingkat detail | Ringkas, poin penting | Lebih lengkap |
| Fokus | Hasil dan tindak lanjut | Jalannya pembahasan dan dasar keputusan |
| Pemakaian umum | Rapat kerja, koordinasi | Rapat pimpinan, pengurus, dewan |